Dalam koloni rayap, ratu bertanggung jawab untuk bertelur untuk mempertahankan pertumbuhan dan kelangsungan hidup koloni. Seekor ratu rayap tanah bisa bervariasi dalam warna dari kuning, coklat pucat, hingga warna kehitam-hitaman. Telur dan larva rayap spesies bawah tanah lazimnya berwarna putih atau amat terang, dan warnanya akan sama dengan rayap pekerja untuk spesies itu. Sementara itu, sebelum info ini kita lanjutkan, anda bisa menghubungi jasa anti rayap terbaik di kota anda bila rumah anda dirusak oleh rayap.

Peran sang Ratu

Peran ratu dalam koloni rayap bervariasi dan berubah seiring waktu. Sesudah berpasangan dengan laki-laki, ia memulai pekerjaannya sebagai \”pendiri\” untuk mengawali koloni baru. Dia sepatutnya menemukan lokasi sarang yang sesuai, menolong menggali, dan kemudian mulai mewujudkan telur yang akan menjadi pekerja.

Ratu dan raja dirawat dan dikasih makan oleh pekerja, yang menjelang ruangan raja dan ratu melewati celah kecil di dinding pelindungnya yang keras. Ratu bertelor dengan kecepatan tetap tiap-tiap hari. Pekerja memindahkan telor ke ruang inkubasi.

Produksi telor lambat pada mulanya, tetapi meningkat dari tahun ke tahun; dan ratu mempertahankan daya kerja telur puncak selama tujuh sampai 10 tahun. Sesudah ratu sekunder, yang diproduksi di dalam koloni, mulai bertelur, ukuran koloni (jumlah pekerja) meningkat dengan cepat.

Jumlah telur yang diproduksi oleh ratu bervariasi tergantung pada spesies dan umur ratu. Di daerah tropis, produksi telor berlangsung terus menerus sepanjang tahun, meskipun ada fluktuasi musiman. Di daerah yang lebih beriklim, produksi telor rayap acap kali ditangguhkan selama bulan-bulan sebab suhu dingin.

Sesudah menetas, larva yang belum dewasa dibawa ke kamar bayi tempat mereka dikasih makan dan dirawat oleh pekerja. Mereka dipindahkan ke kamar lain di dalam sarang sampai ganti kulit terakhir dan menjadi pekerja atau tentara.

Sebuah koloni dengan sekitar 1.000 pekerja pada dua tahun dapat berkembang biak menjadi 300.000 pekerja dalam lima tahun ke depan. Ratu sekunder umumnya berlokasi di sarang satelit, melainkan terhubung ke sarang utama, sehingga koloni bisa tumbuh dalam ukuran dan jumlah individu yang besar.

Reproduksi Utama

Ratu, raja, dan laron dianggap sebagai reproduksi utama dalam sebuah koloni. Dalam sebagian kasus, reproduksi sekunder atau tersier juga dapat menjadikan keturunan. Reproduksi sekunder atau tersier ini tak mempunyai sayap, padahal mereka mungkin memiliki rayap bersayap (laron).

Ketika keadaan cuaca maksimal, ratu mewujudkan laron, yang akan meninggalkan sarang untuk menyusun koloni baru.